Minggu, 16 Januari 2011

Efek samping radioterapi

oleh Dian Raharti pada 16 Januari 2011 jam 18:24

Efek samping radioterapi memang lemah badan, tapi biasanya tak berapa lama akan hilang....

kalo kaki dan tangan yang tidak bisa digerakkan mungkin karena penyebaran tumor di kepala mengenai bagian motorik otak yang mengatur pergerakan tangan dan kaki..

untuk kaki yang sakit bisa akibat metastase ke bone atau hal yang lain... untuk pastinya memang di bone scan

Efek samping radioterapi

Radioterapi memiliki efek yang lebih kecil terhadap sel-sel tubuh yang sehat dibanding terhadap sel-sel kenker, akan tetapi sel-sel normal seringkali juga terpengaruh oleh pengobatan. Karena alasan ini, mungkin didapati efek samping dari radioterapi.

Karena radioterapi adalah pengobatan lokal yang diberikan pada bagian tubuh tertentu, kebanyakan efek samping tergantung pada bagian tubuh yang diobati.

Contohnya:

Pengobatan di daerah perut dapat menimbulkan mual (mual) atau diare

Pengobatan di daerah leher atau dada bagian atas dapat mempengaruhi epitel mulut, tenggorokan dan kerongkongan (esofagus), yang dapat menimbulkan nyeri dan menimbulkan kesulitan menelan

Pengobatan di kepala, atau bagian tubuh lain yang berambut, dapat menyebabkan kerontokan rambut di daerah tersebut

Kadang-kadang, kulit di atas limfoma yang diobati mengalami luka bakar karena radiasi, menjadi merah dan nyeri

Selain itu, banyak orang merasa lelah dan lesu saat menjalani radioterapi dan jumlah sel darah putih dalam darah mereka mungkin menurun, sehingga pasien lebih rentan terhadap infeksi selama pengobatan.

Efek samping – efek samping ini mungkin ringan dan tidak menimbulkan gangguan berarti sejalan dengan masa pengobatan. Semua efek samping ini bersifat sementara, termasuk kerontokan rambut. Efek samping mungkin terjadi hingga beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah pengobatan selesai, tetapi akan hilang kemudian.

Kadang-kadang dijumpai efek jangka panjang radioterapi. Radioterapi di daerah panggul atau selangkangan dapat mempengaruhi kesuburan, baik pada pria maupun wanita. Sejauh mungkin, testis dan ovarium dilindungi terhadap radiasi selama pengobatan.

Radioterapi juga dapat meningkatkan risiko timbulnya beberapa kanker pada jaringan yang terkena radiasi, contohnya kulit. Karenanya penting bahwa pasien mentaati jadwal kunjungan lanjutan dan menghadiri pemeriksaan berkala, dan juga mengambil langkah positif untuk mengurangi risiko timbulnya kanker, seperti berhenti merokok atau selalu memakai tabir surya saat ada di bawah matahari.

Penapisan (skrining) kanker payudara jangka panjang setelah radioterapi perlu dipertimbangkan bagi wanita yang telah menjalani radioterapi pada payudara, khususnya pada mereka dengan riwayat kanker payudara dalam keluarga. Pria juga mungkin terkena dan perlu mempertimbangkan penapisan jika ada riwayat kanker payudara di keluarga. Kanker tiroid juga lebih sering dijumpai setelah radioterapi daerah leher.

Efek jangka panjang lainnya, contohnya terhadap paru-paru, terjadi karena jaringan parut, yang timbul saat jaringan mulai sembuh setelah radioterapi.

my note :

bsk mulai untuk pertama kalinya

kata dr. seto, ibu hrs ngejalanin 25x radioterapi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar